TARI PENDET DI KLAIM OLEH
NEGARA MALAYSIA
Tari Pendet pada awalnya
merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat
ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas
turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para
seniman Bali mengubah Pendet menjadi "ucapan selamat
datang", meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius.
Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi. Pendet
merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara.
Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan
intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan
wanita, dewasa maupun gadis Tarian ini diajarkan sekadar dengan mengikuti
gerakan dan jarang dilakukan di banjar-banjar.
Munculnya
tari Pendet, tari khas asal Bali, dalam iklan 'Enigmatic Malaysia' membuat
masyarakat Indonesia emosi. Tuduhan lantas dilayangkan ke pihak Malaysia yang
diduga mengklaim bahkan mencuri kebudayaan Indonesia. Menanggapi
polemik yang makin memanas, Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia mengeluarkan
imbauan bagi semua pihak, baik pemerintah terutama media, untuk memahami
sensitifitas isu tersebut bagi kedua bangsa. Sehingga, berita yang beredar tak
menyakiti pihak manapun. Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta juga
menyatakan penyesalannya atas kesalahpahaman dan tudingan yang diarahkan media
di Indonesia yang memberitakan bahwa pemerintah Malaysia telah mencuri tari
Pendet. "Kedutaan Besar Malaysia menekankan bahwa telah terjadi
kesalahpahaman dan salah pengertian atas video klip yang beredar,
termasuk tudingan kepada pemerintah Malaysia," pernyataan Kedutaan
Besar Malaysia, seperti dimuat laman Bernama, Kamis 27 Agustus 2009
malam. Dalam pernyataannya, Kedutaan Malaysia juga iklan tersebut adalah
inisiatif Discovery Asia-Pasifik, sama sekali tak melibatkan pihak
Malaysia. "Tak ada seorangpun di Malaysia yang mengklaim Pendet
adalah tarian asal Malaysia," tambah pernyataan tersebut. "Seharusnya,
siapapun yang berani menyimpulkan, harus sudah melakukan riset untuk
memverifikasi permasalahan, sebelum akhirnya memberi penilaian." Kata
pernyataan itu. Promosi selama 30 detik itu dikerjakan oleh pihak ketiga yang
dipekerjakan oleh Discovery Channel, yang kantornya berkedudukan di Singapura.
SUMBER REFERENSI :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar